Senin, 03 Januari 2011

tulisan etika bisnis complain

Tiket Kereta Ekonomi Dijual Tanpa Nomor Kursi
Nusantara / Sabtu, 18 Desember 2010 14:31 WIB
Metrotvnews.com, Solo: Tiket kereta api kelas ekonomi yang akan diberangkatkan dari Stasiun Purwosari Solo, Jawa Tengah, selama libur Natal dan Tahun Baru tidak dilengkapi dengan nomor kursi. Hal itu untuk meminimalisasi banyaknya keluhan dari penumpang yang berebut kursi.

“Tiket tanpa nomor kursi ini berlaku untuk semua kereta ekonomi,” kata Kepala Stasiun Purwosari Solo, Suwardi, Sabtu (18/12). Sedangkan kereta api kelas ekonomi yang berangkat dari stasiun tersebut adalah Kereta Api Senja Bengawan, dari Solo tujuan Jakarta. Selebihnya merupakan kereta yang hanya melintas dari Jawa Timur dan Jakarta.

Selama ini, pembelian tiket untuk semua kereta api disertai dengan nomor tempat duduk. Jika tempat duduk telah habis, stasiun baru menjual tiket berdiri, sebanyak 50 persen dari tiket dengan tempat duduk.

Alasan dikeluarkannya kebijakan untuk menghapus penomoran itu adalah prediksi lonjakan penumpang yang cukup besar pada saat libur Natal dan Tahun Baru. “Apalagi berbarengan dengan libur sekolah,” ujar Suwardi.

Berdasarkan pengalaman saat liburan, sering kali penumpang yang tidak memiliki nomor kursi menempati jatah kursi milik penumpang lain. Hal itu mengakibatkan penumpang yang memiliki kursi justru tidak mendapatkan tempat. “Ujung-ujungnya kami kebanjiran komplain dari penumpang,” kata dia. Belum lagi, petugas stasiun yang jumlahnya hanya sedikit harus meredam konflik para penumpang yang berebut kursi.

Tiket tanpa nomor tempat duduk tersebut mulai dijual pada pemberangkatan 18 Desember 2010 hingga 5 januari 2011. Meski demikian, pihak stasiun akan memberikan prioritas kepada penumpang lanjut usia, kaum difabel dan wanita hamil. “Kami akan mencarikan tempat duduk,” kata Suwardi. Dia berharap, masyarakat pengguna kereta api ekonomi juga bersedia memberikan perhatian kepada mereka.(Ant/DOR)













Complain jalan tol..________________________________________
Saya kaget dan sangat prihatin juga nih setelah baca diskusi di forum ini.

Pengalaman saya setiap pengajuan complaint/keberatan yang ditujukan ke pihak manajemen Kotawisata mereka selalu sarankan agar complaint diajukan lewat surat untuk mereka tanggapi. Dan mereka biasanya akan membantu apabila prosedur complaint dilakukan dg tepat dan elegant.

Saya yakin Manajemen Kotawisata (Konsorsium Marubeni, LG Group, Land & Houses Public Company Limited, Sinar Mas Developer & Real Estate) akan bertanggung jawab sehubungan dg complaint warga Kotawisata atas rencana pembangunan jalan tol yang melintasi Kotawisata Cibubur ini dan membicarakannya dg Pemkab Bogor.

Berikut usulan:
Dasar complain/keberatan Warga Kotawisata:
1. Rencana pembangunan jalan tol yang melintasi Kotawisata tidak ada/tidak dijelasakn dalam Master Plan Kotawisata. Sumber: Manajemen Kotawisata tidak pernah menjelaskan bahwa pembangunan jalan tol akan melintasi Komplex Kotawisata Cibubur
2. Pembangunan Jalan Tol yg melintasi Kotawisata yang apabila mengakibatkan polusi suara dan polusi asap dari kendaraan yang melintas kompleks Kotawisata dan mengganggu ketenangan warga Kotawisata sebagaimana yang dikawatirkan oleh warga tentunya tidak sesuai dg salah satu konsep yg tertuang dalam Profil Manajemen Kotawisata: "Harmony in living in each Cluster"

Kecewa dengan Koneksi Telkom Speedy
LayanaN pelanggan Telkom Speedy dengan nomor telepon 021-8095*** dengan nomor speedy 1221.1221.2527 a/n Poliklinik Santo Markus. Saya memasang speedy per tanggal 30 Juni 2010 untuk warnet saya. Tanggal 03 September 2010 koneksi jaringan bermasalah yaitu koneksi yang putus nyambung .Saya menelpon 147 untuk komplain dan meminta solusi . Pihak Telkom mengatakan untuk mengganti DNS namun tetap sama koneksi bisa namun putus nyambung . Keesokan harinya saya menelpon 147 pihak Telkom mengatakan untuk mengganti DNS lagi dan mengecek line telepon bermasalah atau tidak,tetapi untuk telepon tsb memang tidak bermasalah, solusi tsb tetap tidak ada perubahan koneksi warnet saya tetap putus nyambung . Keesokannya, Teknisi Speedy yaitu Sdr.Yusuf datang dan mereset modem dengan merk TP-LINK, awalnya normal namun tetap sama koneksi masih putus nyambung .Kembali saya telepon 147 untuk meminta penjelasan apa penyebab gangguan tsb dan esoknya 2 orang teknisi datang bernama Sdr.Yusuf dan Sdr.Iwan .Teknisi tsb mengganti modem saya dengan memakai modem dia yang dipinjamkan untuk pengecekan dan dia juga menyarankan untuk memformat ulang seluruh komputer saya karena dia mengasumsi terdapat masalah juga dikomputer saya. Di keesokan harinya, setelah saya memformat ulang seluruh komputer saya dan memakai modem teknisi tsb tetap saja koneksi masih putus nyambung. Sudah seminggu saya harus menutup warnet karena koneksi yang bermasalah tetapi tidak ada hasil .Di hari ke-dua lebaran saya mengecek koneksi Telkom Speedy tsb tetapi tidak ada perubahan masih tetap sama Koneksi masih putus nyambung dan saya harus menunggu hari senin karena Pihak Telkom sedang libur. Dihari senin, Teknisi bernama Sdr.Suparmin datang,dan dia menyarankan harus menukar HUB dan MODEM yang lain , setelah saya menukar dengan HUB dan MODEM yang lain ( yang berjalan lancar di warnet teman saya ) tetap saja sama koneksi masih putus nyambung. Sampai hari ini, selasa tanggal 14 September 2010 masalah gangguan koneksi Telkom Speedy saya belum teratasi . Saya sangat kecewa dengan pelayanan yang lama dan semua solusi yang diberikan oleh pihak Telkom Speedy yang tidak benar-benar mengatasi masalah saya. Dan saya harus menanggung rugi finansial karena hampir 2 minggu saya tidak membuka warnet saya. Saya mohon solusi yang sangat benar-benar membantu untuk mengatasi permasalahan saya dari Pihak Telkom Speedy . Salam,




Complain Indosat 3G
Rabu, 12 Maret 2008 - 10:28 wib
Saya dan teman-teman saya pengguna modem 3G merasakan dikecewakan oleh pihak indosat karena saya tidak bisa mengakses/connect via internet terhitung sejak tanggal 10 Maret 2008 malam dan sampai tanggal 11 pun belum bisa. Karena saya pengguna matrix yang biasanya bisa mengakses langsung via internet (3G). Sebagai catatan, saya menggunakan modem 3G merk Sierra. Mohon tanggapan dari pihak Indosat.


Berbagai Komplain untuk XL

Saya pengguna xl, baik untuk pribadi atau untuk kepentingan kantor. sebenarnya saya sudah sempat mengirim saran langsung ke customer service xl lewat e-mail, tapi tidak mendapat tanggapan. semoga lewat media ini, xl akan memberi tanggapannya. secara keseluruhan saya sangat puas dengan layanan xl. baik kwalitas jaringan atau coveragenya (khususnya di daerah saya).

Coverage 3G nya memang yang paling luas berdasarkan pengalaman saya, karena kebetulan saya menggunakan hp 3G. Karena pengalaman itulah, maka saya juga menyarankan kantor tempat saya bekerja untuk menggunakan layanan 3G xl untuk koneksi internet karena didaerah saya tidah ada jaringan internet / broadband.

Saya cuma sarankan agar xl dalam menu cek pulsanya jangan hanya menampilkan mominal saja, tetapi disertai dengan informasi tentang masa aktif dan masa tenggang atau juga sekedar informasi tentang promo yang ada. saya yakin operator sebesar xl tidak kesulitan untuk melakukan hal itu. Memang kelihatan sepele, tapi sangat berarti bagi pelanggan xl. Semoga xl akan menanggapinya. terima kasih

Tarif Murah dan Layanan XL

Salut dengan layanan XL yang amburadul dan sering sekali mengecewakan....,
semoga dengan pendapan XL tahun 2007 sebanyak Rp.8.0 Trilium. dapat lebih meningkatkan kualitas layanan...

XL Mengecewakan

Saya pengguna xl...tetapi selama ini setiap telp antar xl SELALU PUTUS pada menit ke 52 dan 59. otomatisa saya mengulang lagi dari menit pertama.inikah strategi xl?iklannyannya ganti dunk,,,nelponku belum sampai puas tuh.

Radio Gen FM yang menyesatkan
Fenomena Radio Gen FM memang sudah meledak pesat di Ibukota Jakarta. Sebagai stasiun radio yang mampu memutarkan lagu-lagu hits dari jaman dahulu sampai yang baru dirilis, Radio Gen FM menjadi radio favorite hampir diseluruh lapisan. Di mobil mewah, di pasar tradisional, Mall, Kantor, Restoran, Apotek, pintu Tol, dan masih banyak lagi tempat-tempat publik yang selalu menyalakan radio Gen FM.

Tapi, sebagai salah sarana informasi sejenis TV,Koran,Internet,dan lainnya, seharusnya Radio Gen FM mampu memberikan informasi yang berguna bagi para pendengarnya. Ntah, karena alasan apa, Radio Gen FM terlalu banyak melakukan siaran recording. Dan buat saya, itu sangat memalukan. Mungkin karena Radio Gen FM masih baru, belum banyak penyiar, atau alasan apapun, tetap saja itu memalukan.

Saya mencoba membandingkan dengan siarannya Radio Prambors. Disetiap siaran, penyiar Radio Prambors selalu mencoba mengatakan tentang keadaan saat siarannya itu. Ntah dia bilang "balik lagi di Prambors di tanggal X bulan Y, sekarang masih pukul HH lewat MM"...atau," wah, di depan kantor kita (ratu plaza) lagi macet banget nih", dan masih banyak lagi contoh-contoh yang jika kita dengarkan, kita pasti tahu kalau mereka sedang siaran langsung. Dan sudah pasti, informasinya pun sangat real time.

Sedangkan Radio Gen FM, sering sekali saya mendengar siaran yang, saya yakin sekali, adalah rekaman. Kalau misalnya dalam konteks promosi iklan, atau event tertentu, memang wajar menggunakan recording. Tapi ini, untuk siaran reguler menggunakan rekaman, itu sangat membahayakan. Sering saya mendengar kalimat yang diucapkan penyiar Radio Gen FM secara berulang-ulang, seperti kaset rekaman yang rusak. Dan tak ada komentar tentang itu dari si penyiar Radio Gen FM yang bersangkutan, seperti kalau si penyiar salah saat siaran langsung.

Atau percakapan antara penyiar andalan Radio Gen FM, Kemal dan Ade yang membicarakan "tau ga gimana caranya supaya dagangan sepatu laku??lempar aja ke presiden..bla..bla...", sangat ga penting sekali. Iklan bukan, informasi juga bukan, benar2 ga bermakna menurut saya.

Dan puncaknya adalah ketika hari Selasa 12 feb 2009. Ketika pagi harinya, saya mendengar siaran di Putuss (Prambors) dari si penyiar Mas Darto, bahwa Rihanna tidak jadi datang ke Indonesia, untuk yang kedua kalinya. Tentu saya, dan mungkin sebagian orang lainnya merasa kaget. Karena kedatangan RIhanna juga pernah batal pada bulan Desember 2008 lalu. Tapi apa yang saya dengar dari siaran Radio Gen FM malam, yang di pandu oleh Sammy dan rekan wanitanya, sangat mengejutkan. Radio Gen FM melalui mereka masih menginformasikan tentang pembelian tiket Rihanna yang dapat diperoleh di Monsterticket.com, menyebutkan harga-harga tiketnya, dan masih mencoba mempengaruhi pendengar Radio Gen FM tentang akan hebohnya konser Rihanna di Indonesia.
RcTI Merasa Haknya Dimaling

Sebagai pemilik hak siar pertandingan AFF Suzuki Cup 2010, RCTI merasa hak yang mereka terima tidak penuh. Pasalnya, ada stasiun televisi lain yang justru mendapat kemudahan.

Demikian pendapat Dini Putri, Head of Acquisition RCTI, saat dihubungi detikSport, Sabtu (25/12/2010).

"Bukan merasa haknya dilanggar, cuma kami merasa tidak sepenuhnya memperoleh hak kami. Padahal di manapun, World Cup atau Euro, sebagai pemilik hak siar kami akan sangat diutamakan," kata Dini.

"Tapi dalam hal ini benar-benar, usaha kami sama kerasnya dengan yang lain, malah ada pihak lain yang dimudahkan," imbuh Dini dari ujung telepon.

Sebagai pemilik hak siar, RCTI mengaku kalau mereka tidak mendapat previlege dari pengurus atau siapapun. Namun Dini mengaku tidak heran bila ada televisi yang justru bisa masuk sampai ke pesawat yang membawa pemain ke Kuala Lumpur.

RCTI meminta agar semua pihak yang terlibat dalam Piala AFF menghormati aturan-aturan yang ada. Termasuk aturan dari pelatih Alfred Riedl yang cukup keras memagari pemain-pemainnya dari sorotan media.

"Kita semua harus belajar menghormati dan menerima sesuatu yang tidak bisa dipaksakan atas permintaaan tertentu. Tahu kan Riedl strict, saya mengajak rekan-rekan di MNC (Group, induk RCTI) untuk tidak memaksakan misalnya mau wawancara," terang Dini.

Meski cukup kesal karena kejadian tersebut, Dini mengaku kalau RCTI tidak berniat menuntut pihak-pihak lain.

"Kalau sampai TV lain bisa sampai masuk ruang ganti, baru kami akan komplain kepada manajer timnas. Kami sudah pernah mengajukan permintaan itu (masuk dressing room), tapi kami tidak diberi," katanya.

"Kami tidak akan mengajukan komplain bila kami melihat panitia dan manajemen timnas memberikan hal yang sama pada semua meski kami adalah pemilik hak siar," imbuhnya.

Secara berseloroh, Dini mencoba memandang segi positif gegap gempitanya liputan media terhadap timnas.